Referensi

islamic_arch_world_117
Mencintai Masjid Oleh DR. Ayub Rohadi, M.Phil
Dalam sejarah peradaban Islam, masjid merupakan sentral kegiatan keagamaan baik yang bersifat ibadah mahdhah maupun ibadah sosial. Masjid juga merupakan dasar dan simbol utama bagi masyarakat muslim "Daurul Masjid fi binaail Mujatama". Selengkapnya >>

Jumat, 30 November 2012

Mereka Yang Tidak Bisa Mencium Bau Surga

tujuh Rasulullah SAW. bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok.

Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Dari hadits di atas jelas bahwa tidak akan mencium bau surga orang yang suka memukul dan wanita-wanita yang mengumbar aurat atau berpakaian seksi. Bayangkan, menciumnya saja tidak bisa apalagi masuk surga. Padahal bau surga itu bisa tercium dari jarak yang sangat jauh.

Oleh karena itu kasihan sekali dengan wanita-wanita Muslim yang senang berpakaian seksi dan tidak mau memakai jilbab. Padahal itu diperintahkan Allah dalam Al Qur’an:
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLAH SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Dalam berpakaian, bukan hanya memakai jilbab. Tapi juga menghindari pakaian yang tipis atau ketat yang memamerkan bentuk tubuh:

Hadis riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasululloh SAW dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah SAW. berpaling darinya dan berkata:“Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR. Abu Daud dan Baihaqi).
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya..”[An Nur:31].

Bersyukurlah muslimat yang sudah melaksanakan syariat yang diperintahkan agama ini, namun bagi yang belum, apalagi yang harus ditunggu ? Mumpung Allah SWT. masih memberi kesempatan pada kita untuk memperbaiki diri, mari kita gunakan kesempatan ini untuk menutup aurat. Yakinkah kita bahwa esok hari kita masih bisa melihat matahari lagi ? Apa jawaban kita nanti dihadapan Allah SWT. bila kita ditanya mengapa tidak mau mengikuti perintah untuk menutup aurat ?

Mudah-mudahan perempuan dalam keluarga dan saudara kita tidak termasuk orang-orang yang tidak mencium bau surga. Amin.

Sumber : Milis SD-SMP-IT-Istiqamah Balikpapan/Soetrisno

Artikel Terkait :




0 comments:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More